16
Mar
14

PEMANFAATAN MULTIMEDIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Inovasi mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru, yang bersifat lebih kualitatif dari sebelumnya, sedangkan kualitatif dimaksud adalah adanya suatu pembaharuan dan pengaturan kembali dalam hal yang mendapat inovasi tersebut.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, Guru memfasilitasi siswa secara formal dalam pelaksanaan pembelajaran secara efisien dan efektif. Pada dasarnya setiap orang belajar namun belajar yang bagaimana yang efektif dan efisien sehingga ada beberapa keterampilan belajar siswa yang dilatihkan oleh guru yaitu :

  • Keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know)

  • Keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be)

  • Keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do)

  • Keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together)

  • Keterampilan cara belajar yang baik (learning how to learn)

Menggaris bawahi bagaimana melatih cara belajar yang baik (learning how to learn), banyak model dan alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran itu sendiri, sehingga nantinya dapat menuntun siswa dapat melakukan belajar sendiri melalui media pembelajaran apa saja, misalnya Internet (ICT), Multimedia, TV edukasi, pengamatan lingkungan, dsb. Terlepas dari model apapun, selama hal itu mendukung bagi pelaksanaan pembelajaran semuanya adalah baik dalam artian membantu mempercepat pemahaman kepada siswa tentang objek yang sedang dipelajari.

Saat ini sebagaimana yang sedang kita alami, adalah semakin meningkatnya penggunaan media elektronik dalam proses pembelajaran dan hal itu memang memungkinkan untuk dilakukan karena fasilitas lumayan cukup tersedia, dan menurut para ahli memang hal ini mempunyai dampak positif secara umum bagi siswa itu sendiri yaitu siswa dapat terbantu dalam memahami suatu pembelajaran dan siswa tertarik dengan bagaimana teknologi itu sendiri dapat digunakan untuk pembelajaran.

Istilah multimedia barangkali adalah yang paling cocok untuk topik bahasan kali ini karena istilah umum dari multimedia itu sendiri adalah merupakan kombinasi/penggabungan berbagai macam media untuk tujuan pembelajaran maupun bukan, keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, dan simulasi. (Tay, 2000).

Agar multimedia tersebut dinamis dan interaktif maka perlu adanya perangkat komputer sebagai design multimedia tersebut, untuk itu dapat dikatakan bahwa Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dan animasi dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi. Hofsteter (2001).

Dalam konteks multimedia sebagai media pembelajaran minimal memenuhi kriteria :

  • Pengguna dituntut untuk terlibat aktifitas mental dan fisiknya di dalam pembelajaran

  • Adanya manipulasi peristiwa-peristiwa instruksional

  • Adanya desain multimedia yang memungkinkan dapat melibatkan pengguna/siswa secara aktif di dalam proses pembelajaran tersebut.

Dengan keterlibatan aktifitas mental seorang pengguna/siswa dimaksud adalah terjadinya proses dimana siswa mencoba memahami materi dengan cara menangkap informasi-informasi yang ditampilkan, mengolah, dan menyimpannya dalam otak, yang selanjutnya menimbulkan keinginan siswa untuk mengubah atau menggunakan objek sesuai dengan keinginannya untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari hasil pembelajaran tersebut melalui keterlibatan fisiknya untuk berinteraksi, misalnya dengan menggerakan tangannya untuk menggunakan keyboard, mouse, joystick, dsb.

Dengan menggunakan multimedia kita mampu menghadirkan berbagai macam peristiwa-peristiwa yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran layaknya persis dengan objek yang akan dihadirkan itu melalui berbagai manipulasi keadaan yang dapat disimulasikan misalnya gambaran tentang proses terjadinya pertumbuhan tanaman, perkembangbiakan hewan dari proses perkawinan sampai pada pembuahan dan seterusnya hingga timbulnya keturunan, atau manipulasi peristiwa alam seperti gunung meletus, ledakan meteor, peluncuran pesawat ruang angkasa, ledakan bom, dan sebagainya.

Dari semua objek yang digambarkan, agar dalam media penyampaiannya sesuai dengan keadaan nyata perlu adanya design yang baik serta harus memperhatikan runtut peristiwa yang akan dihadirkan agar siswa dapat memahami secara runtut dan menimbulkan pemahaman yang baik tentang konsep yang akan dijelaskan. Mengenai konsep yang akan disampaikan agar semakin interaktif hendaknya design tersebut dapat menumbuhkan rasa keingintahuan siswa dan dapat menumbuhkan kemampuan siswa untuk menggali atau membangun konsep sendiri tentang apa yang sedang dipelajari tersebut, nah tentu peran seorang pendidik nantinya akan memberikan penegasan-penegasan sehubungan dengan konsep yang telah dibangun oleh siswa tersebut.

Untuk dapat melakukan interaksi secara dinamis pada pembelajaran dengan multimedia tersebut hendaknya dalam perancangan media tampilannya menggunakan tools atau nagivasi yang memungkinkan untuk itu, komponen tersebut pada windows berbentuk Graphical User Interface (GUI), GUI itu sendiri bentuknya bermacam-macam, seperti : button, radio button, check button, combo box, menu, tabbed panel, tree, toolbar, dsb.

Komponen tersebut memiliki kegunaan yang berbeda, yaitu : button untuk menjalankan aksi misal exit, radio button untuk memilih satu pilihan diantara 2 atau lebih, check button untuk memilih satu atau lebigh diantara beberapa pilihan, combo box untuk memilih salah satu diantara beberapa dengan jumlah banyak yang keseluruhannya tidak ditampilkan langsung seperti radio button, menu adalah isi dan petunjuk penggunaan aplikasi, toolbar berfungsi sebagai pelengkap menu, tabbed panel menu yang memiliki sub menu yang aksesnya dengan menggunakan tab, tree menu yang tersusun dalam bentuk tree mirip seperti explorer.

Pada umumnya sudah banyak paket-paket pembelajaran multimedia yang beredar biasanya dalam bentuk CD pembelajaran, tinggal bagaimana kita memilihnya dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan materi yang akan kita ajarkan kepada siswa. Biasanya paket tersebut telah disiapkan sedemikian rupa dengan menu dan alat navigasi yang cukup lengkap untuk kita berinteraksi dalam belajar.

Namun apabila kita mampu untuk berkreasi sendiri tentu akan lebih baik karena kita dapat membuat sesuai dengan kemampuan dan keinginan yang akan kita sajikan kepada siswa, untuk membuat kreasi tersebut seorang guru dituntut untuk lebih aktif belajar dan berinovatif. Banyak software yang dapat digunakan, misalnya : Macromedia flash, java, visual basic, dan sebagainya termasuk yang paling mudah dipelajari adalah Microsoft power point. Nah silahkan saja guru berkreasi.

Pernahkah kita menanamkan dalam hati bahwa sesungguhnya adalah “Bagian Tugas Guru” untuk menyiapkan bahan ajar yang mampu memotivasi, dan menumbuhkan minat belajar siswa, serta memudahkan cara belajar siswa dengan menggunakan perangkat multimedia.

Banyak keuntungan yang diperoleh dari pembelajaran dengan memanfaatkan multimedia, misalnya bagi Pengguna/siswa multimedia bermanfaat untuk :

  • Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesiapan, dan keinginan mereka, artinya pengguna sendiri yang mengontrol proses pembelajaran.

  • Siswa belajar dari tutor yang sabar (komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan siswa.

  • Siswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.

  • Siswa menghadapi suatu evaluasi yang objektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.

  • Siswa menikmati privasi dimana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.

  • Belajar saat kebutuhan muncul.

  • Belajar kapan saja mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.

Sedangkan keuntungan menggunakan multi media sebagai media pembelajaran yang berfungsi sebagai simulasi, adalah :

  • Menirukan suatu keadaan nyata yang bila dihadirkan terlalu berbahaya (misal, simulasi reaktor nuklir, ledakan nuklir, dsb.)

  • Menirukan suatu keadaan nyata yang bila dihadirkan memerlukan biaya mahal (misal, simulasi pesawat udara, peluncuran roket)

  • Menirukan suatu keadaan yang sulit untuk diulangi sencara nyata (misal, letusan gurung berapi dan gempa bumi)

  • Menirukan keadaan yang jika dilakukan secara nyata memerlukan waktu yang panjang (misal pertumbuhan tanaman, terjadinya korosi, lumut, dsb.)

  • Menirukan kondisi alam yang ekstreem (misal, kondisi di kutub, ruang angkasa, peredaran matahari, dsb.)

Namun demikian bukan berarti tanpa multimedia guru tidak dapat berkreasi. Guru dapat berkreasi misalnya dengan menciptakan bahan ajar yang menarik misal alat peraga dengan sumber bahan disekitar/lingkungannya. yang penting bukan alat yang menjadi tujuan tetapi adalah tujuan pembelajaran itu sendiri yaitu bagaimana agar siswa dapat lebih mudah memahami suatu bahan ajar itu. “Technology is a tool. A means to the end. Not the end in itself ” (Dryden and Voss, 1999)

 

Sumber : 

http://nurrahman-as.blogspot.com/2008/10/penggunaan-multimedia-sebagai-inovasi.html


0 Responses to “PEMANFAATAN MULTIMEDIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2014
S S R K J S M
« Nov   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: