24
Nov
11

Hanya ada di negaraku, Indonesia!

Dasar NKRI: Garuda Indonesia

Jika ada warga negara asing yang baca tulisan ini,

sadarlah ini hanya ada di bumi Pancasila ini.

Jika yang membaca adalah warga negara Indonesia,

sadarlah inilah yang terjadi di tanah air tercinta.

Lihatlah!!!!

Koruptor bisa cari tempat nyaman untuk berlindung,

tapi pahlawan devisa justru diarak ke tempat pancung.

Koruptor yang maling uang milyaran divonis 1 tahun 8 bulan,

tapi maling coklat 3 biji untuk bisa makan divonis 7 tahun 6 bulan.

Koruptor selalu punya alasan untuk berkelit,

jika akan ditangkap cukup pura-pura sakit.

Koruptor selalu punya beribu dukungan,

maka tak heran vonis yang dijatuhkan selalu ringan.

Koruptor selalu jadi kasus yang menghiasi media massa setiap hari,

tapi anehnya tak pernah ada kasus korupsi yang terdakwanya dihukum mati.

Koruptor selalu punya berbagai cara,

dari hal yang sederhana hingga bisa kabur ke Singapura.

Lihatlah juga!!!!

Anggota dewan gemar sekali main punggung,

padahal rakyat yang diwakilinya malah jadi kacung.

Anggota dewan senang sekali pelesiran,

padahal rakyat yang diwakilinya berkubang dalam kemiskinan.

Anggota dewan suka sekali main akting,

padahal rakyat yang diwakilinya masih banyak yang makan nasi aking.

Anggota dewan suka sekali ngorok di sidang paripurna,

padahal rakyat yang diwakilinya banyak yang merana meratapi nasibnya.

Anggota dewan banyak yang iseng buka situs yang berbau pornografi,

padahal rakyat yang diwakilinya banyak yang butuh makan dan asupan gizi.

Anggota dewan banyak yang buka sambilan jadi calo anggaran,

padahal rakyat yang diwakilinya penuh dengan kemelaratan dan kebodohan.

Lihatlah pula!!!!

Hakim dapat dibeli dengan selembar cek uang,

sehingga hukum dan keadilan dibiarkan menghilang.

Pengadilan seharusnya menjadi ruangan pemutus keadilan bagi semua,

tapi nyatanya justru dijadikan pusat jual beli kasus dan perkara.

Bahkan tak asing lagi di telinga,

KUHP sama dengan kasih uang habis perkara.

Lihatlah serta aparat kita!!!!

Polisi sibuk jaga harga diri,

tapi yang diayomi justru sering dizalimi.

Aparat lebih banyak menangkap pelaku teror,

tapi entah kenapa tidak untuk koruptor.

Aparat sering berani dengan rakyatnya sendiri,

tapi melempem menghadapi gangguan tetangga yang tak tahu diri.

Para Jenderal beradu otot raih jabatan publik,

tapi perbatasan teritorial jadi wilayah konflik.

Tengoklah pula!!!!

Banyak partai politik buat jargon menarik,

tapi isinya tak lebih dari suara jangkrik.

Partai-partai politik berlomba berebut suara rakyat,

tapi setelah didapat justru menjadi pengkhianat.

Partai-partai politik berlomba adu tampan calon yan diajukan,

padahal hanya modal tampang tapi kelakuan tak lebih tinggi dari hewan.

Partai-partai politik berlomba unjuk gigi seolah yang terbaik,

padahal itu semua hanya sebatas isapan jempol belaka dan juga trik.

Partai-partai politik berlomba seolah menjadi yang paling peduli,

padahal itu semua dianggap hutang yang nanti pada saatnya harus kembali.

Partai-partai politik juga berlomba seolah dialah yang paling bersih,

padahal diminta transparansi keuangannya saja selalu risih.

Liriklah pula!!!!

Menteri keuangan sering menaikkan gaji pegawai negeri,

tapi tetap saja korupsi terjadi di departemen sana dan sini.

Menteri perdagangan berjanji ACFTA menguntungkan kita,

tapi kenyataannya pengusaha lokal banyak yang putus asa.

Menteri kesejahteraan rakyat ada di negara kita,

tapi tetap saja rakyat tak pernah bisa sejahtera.

Menteri PU banyak membangun mega proyek dengan dana pajak negara,

tapi tetap saja yang menikmati adalah para elit dan bukan rakyat jelata.

Menteri tenaga kerja duduk di belakang meja sambil minum kopi,

padahal para TKI terancam hukuman pancung di Arab Saudi.

Menteri agama sibuk dengan rapat untuk menentukan kenaikan biaya haji,

padahal di masyarakat permasalahan agama dan moralitas banyak yang perlu disikapi.

Menteri hukum & ham punya kuasa mencegah koruptor minggat,

tapi kenyataannya selalu kalah langkah dan mempersilahkan koruptor lewat.

Menteri pemuda & olahraga seharusnya berjiwa sportif dan bertanggung jawab,

tapi kenyataannya justru masalah korupsi jadi sandungan dan belum bisa terjawab.

Menteri sosial sudah lama ada di bumi garuda tercinta,

tapi ternyata kesenjangan sosial masih jadi pekerjaan rumah & masalah utama.

Menteri pertanian pun sekarang kelabakan,

dari negeri agraris, menjadi negara impor bahan.

Menteri kelautan dibentuk untuk memaksimalkan potensi yang ada di dalamnya,

tapi pejabatnya ditangkapi negara tetangga dengan alasan melanggar batas negaranya.

Menteri kesehatan bilang kesehatan itu hak seluruh warga negara,

tapi tetap saja ada yang tak bisa berobat karena tak punya biaya.

Menteri ristek mungkin adalah menteri yang paling magabut di kabinet,

karena riset dan teknologi kita seakan tak memiliki daya magnet.

Sementara sekretaris kabinet negara,

justru suka bikin ulah dengan media.

& sebelum pergi pandanglah pula!!!!

ada yang lebih aneh lagi ….

Presiden punya tugas mensejahterakan masyarakat umum,

tapi dianya justru sibuk bikin dan promosi album.

Presiden punya tugas mencerdaskan kehidupan bangsa,

tapi dianya justru sibuk dengan kemelut yang ada di partainya.

Presiden suka sekali bikin pidato,

tapi lambannya kayak kebo.

Presiden suka sekali gembar-gembor di hadapan negara-negara lain di dunia,

tapi di Indonesia, takut sekali menemui para tamu-tamunya di Istana Negara.

Presiden seharusnya mementingkan kepentingan umum,

tapi dia dan iringannya suka bikin macet jalanan umum.

Presiden seharusnya bersikap tegas,

tapi dianya malah sibuk membahas tentang dua ribu empat belas.

dan pertanyaan sederhananya bagi anda semua,

Sebenarnya, Indonesia ini negeri apa sih????

HMP

Kos Tercinta PDP – MaRes Depok.

Kamis, 23 Juni 2011, 00.00 WIB

Sumber :

http://mhs.blog.ui.ac.id/herman.pamuji/2011/06/23/hanya-ada-di-negaraku-indonesia/


0 Responses to “Hanya ada di negaraku, Indonesia!”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: