27
Mei
11

Cita-cita Untuk Negeriku

Ketika anak kecil ditanya mengenai cita-cita mereka dikemudian hari, maka dengan penuh percaya diri dan optimis mereka pasti menjawab ingin menjadi presiden, dokter, arsitektur, pengacara, bankir, ekonom, polisi, profesor dll. begitulah optimisnya anak-anak dalam menggapai cita-cita nya. Namun ketika saya bertanya kepada  teman-teman seangkatan saya, tak terdengar sedikitpun memiliki cita-cita tinggi seperti ingin jadi presiden, bupati, dokter, anggota parlemen, jenderal, kebanyakan dari mereka ingin menjadi PNS.

Menurut saya inilah fenomena kehidupan, seiring  berjalannnya waktu banyak  fase-fase kehidupan yang terlewati, yang mana setiap fase-fase tersebut meninggalkan sebuah kenangan dan i’tibar untuk melangkah pada kehidupan yang akan datang.

Tahun 2011 sudah membuka pintunya untuk kita lalui mulai hari ini. Kata “kita” saya pakai sebagai makna diri kita masing-masing, selanjutnya sebagai anggota kelompok masyarakat, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dan akhirnya sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita sebagai diri masing-masing, tidak akan saya ulas di sini. Setiap individu punya rencana, cita-cita atau target yang berusaha diraih tahun ini sebagai bekal di tahun selanjutnya lagi. Tapi bagaimana dengan kita sebagai bagian dari NKRI? Kemanakah kita akan melangkah dan membawa negeri ini?

Sebenarnya tugas kita sebagai generasi sekarang dan masa depan negeri ini sudah dimudahkan oleh generasi pendiri. Beragam cita-cita sudah disusun sedemikian rupa agar kita mengerti ke mana sebenarnya tujuan negara ini. Baca saja alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945. Di situ jelas disebutkan bahwa cita-cita negara ini adalah membentuk Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Cita-cita yang sederhana, nampaknya.

Tapi setelah hampir 66 tahun kita merdeka, sepertinya tidak satu pun dari cita-cita itu yang sudah berhasil kita capai. Melindungi setiap bangsa dan tumpah darah? Banyak TKI/TKW yang mati sia-sia di negeri orang tanpa ada perbaikan yang dilakukan. Hampir setiap tahun kejadian, TKI dihukum mati, TKW disiksa, dsb. Timor-Timur hilang, Sipadan dan Ligitan juga musnah. Entah tumpah darah yang mana lagi akan hilang karena kurangnya perlindungan yang tersedia.

Memajukan kesejahteraan? Mungkin cukup berhasil, tapi untuk segelintir orang saja dari 240 juta orang di muka bumi pertiwi. Lihat daftar orang terkaya di Asia. Beberapa orang Indonesia menempati ranking 10 besar. Artinya, negara ini sukses menyejahterakan mereka. Tapi, kalau dibuat daftar orang termiskin di Asia, mungkin lebih banyak lagi orang Indonesia yang berebut untuk menempati peringkat teratas. Trus apakah sejahtera itu harus kaya? Saya rasa ndak juga. Sejahtera menurut saya adalah bisa makan cukup, sekolah cukup, hidup nyaman, sehat dan bekerja serta berpendapatan baik. Ndak perlu kaya untuk memenuhi itu semua selama penguasa  mau menyediakannya dengan murah.

Bagaimana dengan mencerdaskan bangsa dan menjaga ketertiban dunia? Ah, rasanya masih jauh panggang dari api. Pertanyaan saya kemudian adalah mampu tidak sih negara ini meraih cita-citanya? Ataukah negeri ini ketinggian cita-cita? Apakah para pendiri bangsa ini terlalu percaya diri bahwa anak-anak mereka kelak akan mampu mencapai cita-cita itu “semudah” mereka membawa negara ini merdeka dari cengkeraman imperialisme negara asing?

Saya rasa mereka, generasi pendiri, sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan anak-anaknya untuk mengantarkan NKRI menuju cita-citanya yang mulia. Untuk itulah kita punya UUD 1945 yang didasari 5 sila dalam Pancasila. Segala sistem yang sebaiknya dijalankan sudah diatur sedemikian rapi di dalam batang tubuh UUD 1945. Kalaupun UUD 1945 ndak detail dan cenderung (dianggap) kuno sekarang ini, adalah hal yang wajar saebab UUD cuma mengatur hal-hal pokok saja. Tugas pemimpinlah yang harus melengkapinya dengan UU, bukan malah mengubahnya sampai berkali-kali.

Kalaupun cara itu kemudian membingungkan dalam pelaksanaannya, kembalilah ke Pancasila. Pancasila seharusnya menjadi kitab suci bagi kita semua dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya yakin, segala pertanyaan tentang cara merawat negara ini sudah tersedia jawabannya di dalam Pancasila. Buka kitabnya, jelajahi butir-butirnya, maka akan kita temukan jawaban-jawaban yang mulia, yang saya rasa masih bisa dijalankan di segala masa dan jaman.

Untuk itu, mari kembali ke Pancasila secara murni dan konsisten. Pancasila yang dulu dikagumi para pemimpin besar dunia, sekarang semakin kesepian sendiri terperosok terlalu jauh dan dalam di sanubari kita sampai kita ndak menyadari lagi keberadaannya. Semoga kita dan para pemimpin blum terlalu jauh melaju di jalan yang sesat sehingga masih ada kesempatan untuk kembali ke jalan yang diamanatkan oleh leluhur kita seperti yang tersurat juga tersirat di dalam Pancasila.

Hidup memang pilihan, tapi dalam keadaan apapun janganlah takut bermimpi, sebab ketika bermimpi tuhan sudah menggenggam mimpi-mimpi untuk dikabulkan, apabila dibarengi dengan usaha yang keras dan doa, pasti mimpi itu terkabul. hidup memang realistik namun adanya realitas hadir dari hal-hal yang tidak realistis.

Yang paling penting bukanlah seberapa besar mimpi kita, tetapi seberapa besar kita untuk mimpi itu……“Sang Pemimpi”

Kaum muda yang diperlukan adalah orang-orang yang mampu  memimpikan sesuatu yang tidak pernah dimimpikan orang lain……. “Jhon F. Kennedy”


0 Responses to “Cita-cita Untuk Negeriku”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Mei 2011
S S R K J S M
« Mar   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: